Kecenderungan Narsisme Pada Pengguna Instagram

Kecenderungan seseorang untuk mengunggah suatu gambar atau foto dengan tujuan untuk mencari perhatian orang lain (need for admiration) merupakan salah satu ciri seseorang dengan kecenderungan narsisme. Pengguna Instagram dikatakan sebagai komunikator yang menyampaikan pesan melalui unggahan foto dan videonya. Pengguna memiliki peran aktif dalam memilih media yang digunakannya. Sehingga, pengguna dapat dikatakan sebagai pihak utama dalam suatu proses komunikasi. 

Dengan mengunggah foto atau video mengenai kesehariannya beberapa pengguna Instagram memiliki tujuan untuk menarik perhatian dari pengikutnya (followers).  Perilaku narsisme biasanya berkaitan dengan berbagai masalah dan konsekuensi dengan fokus pada konsekuensi pribadi. Perilaku narsisme yang terobsesi oleh fantasti keunggulan hingga akhirnya terjadilah persaingan. Individu sering menjadikan diri mereka sebagai yang teratas. Walaupun individu narsisme tidak memiliki kemampuan yang cukup unggul, mereka akan berusaha, berjuang, belajar, membuat, berpikir, mendesain dan bersekongkol untuk mendapatkan tujuan yang mereka inginkan sebagai individu yang paling superior. 

Individu dengan kepribadian kecenderungan narsisme akan lebih memiliki perasaan bahwa dirinya yang paling baik, hebat dan sempurna. Individu yang membutuhkan penghargaan akan menuntut lingkungan untuk dapat mengakui dirinya sebagai individu yang unik dan superior. Untuk itu, narsisme umumnya lebih banyak menunjukan identitas diri kepada orang lain guna mendapatkan pengakuan dan kekaguman dari orang lain. Kecenderungan untuk dilihat orang orang lain umumnya dipublikasikan melalui media sosial Instagram.

Kecenderungan perilaku narsisme didukung dengan adanya media sebagai tempat untuk menampilkan diri dengan berbagai cara untuk mendapat pengakuan ataupun perhatian.  Kecenderungan untuk dilihat orang-orang lain tersebut biasanya dipublikasikan melalui media sosial. Intensitas yang semakin sering dan lama menggunakan instagram memiliki hubungan dengan narsisme (kepedulian berlebihan pada diri sendiri).

Disisi lain, faktor pertemanan juga mempengaruhi meningkatnya perilaku narsisme, individu yang memiliki sedikit teman tidak menonjolkan perilaku narsisme Penggunaan instagram secara aktif di jejaring sosial sudah menjadi suatu gaya hidup dan seakan-akan telah menjadi semacam norma baru serta begitu kental peranannya dalam dunia modern. 

Seseorang yang sering memposting foto selfie ataupun bersikap narsis berlebihan di instaram dapat mendorong munculnya kejahatan sosial seperti penculikan, cyber bullying dimana yang menjadi korban adalah orang yang bersikap narsisme dan memiliki gangguan mental. 

Akun Instagram secara tidak langsung mencerminkan diri, apa yang diposting, disebarluaskan bisa berdampak buruk atau baik tergantung pengimplementasiannya. Janganlah sampai menelanjangi diri sendiri dengan bersikap narsis berlebihan di Instagram. Jadilah pengguna Instagram yang bijak.



Komentar